Ke Kampus Apa Yang Kau Cari ?
Ketika
mendengar kata kampus, apakah yang akan terngiang difikiran kita ?. tentu akan
beragam jawabnya. Namun, menurut pandangan saya, ketika mendengar kata kampus,
saya terbayangkan akan kuliah yang menyenangkan, suasana jalanan menuju kampus
yang ramai akan mahasiswa dan pelajar lainnya dan tentunya teman-teman mahasiswa
yang akan mengisi hari-hari kita dengan bertukar fikiran serta berjuang bersama
dalam mengarungi proses studi ini. Tapi, benarkah niat yang telah kita pasang
saat awal kita ini akan berjalan semulus dengan apa yang kita harapkan ? Saya
tidak akan mengatakan iya pun saya tidak akan mengatakan tidak, semuanya
tergambar jelas dalam diri kita masing-masing. Saat memutuskan untuk terjun
dalam dunia kampus, hal yang terpenting ialah bertanya pada diri kita, Apa yang
kita cari ?,jika orientasinya adalah hura-hura dan banyak gaya maka kehidupan
mahasiswa hedonlah yang kita cari, jika orientasinya adalah pekerjaan maka
gelar sarjanalah yang kita cari, jika orientasinya adalah relasi maka interaksi
dengan mahasiswalah yang kita cari, namun jika memang ilmu dan pendidikan lah
orientasi kita maka kampuslah yang kita cari. Maka perjelaslah diri kita,
sebenarnya kita ini benar-benar pergi ke kampus atau malah pergi ke mall,
diskotik, perusahaan, atau bahkan luar negeri ? Inilah yang perlu kita
perbarui, niatmu ialah awal dari kesuksesanmu.
Ketika
mendengar kata kampus,secara otomatis kita akan diidentikkan dengan kata
Mahasiswa. Kita telah mendengar banyak pentingnya menjadi mahasiswa, mulai dari
urgensinya hingga kebermanfaatannya bagi orang lain. Mahasiswa merupakan gelar
yang terkesan “praktis” bagi siapa saja yang masuk ke dalam dunia kampus
melahirkan gaya hidup yang serba praktis, cara berfikir praktis, dan
menyelesaikan semuanya dengan praktis. Tentu pengertian seperti ini akan
terjadi bagi kita semua yang disemati gelar mahasiswa namun tidak memahami
hakikat dari apa yang sebenarnya perlu dicar dari kampus itu. Redaksi mahasiswa
harus selalu dipahami sebagai sebuah tujuan bukan hasil praktis. Maha yang
berarti besar menjadikan siswanya menjadi seorang yang bukan hanya berbadan
besar saja, namun juga berjiwa besar dan tentunya berfikiran besar. Maka untuk
mencapai kebesaran itu membutuhkan proses yang begitu panjang, jam terbang yang
sangat tinggi, serta konsistensi yang terus menerus dilakukan demi terwujudnya
mahasiswa dengan segala kebesarannya. Sungguh tidak ada tingkatan siswa lagi
yang lebih tinggi dan besar selain mahasiswa. Kebesaran yang kita sedang
berproses didalamnya tak perlu kita tunjukkan kepada orang lain, justru orang
lain akan paham dengan sendirinya bahwa anda itu memang besar. Layaknya seorang
yang memakai baju yang kebesaran, tak perlu dia menunjukkan bahwa itu besar orang
sudah tau kalau itu memang besar bahkan kebesaran. Inilah poin pertama sebagai
awal menjajaki dunia kampus.
Ketika
mendengar kata kampus, kita harus sepakat bahwa
menjadi mahasiswa artinya siap terus untuk berproses dalam segala
tantangannya. Dunia kampus itu memang kejam, namun dunia setelah kita keluar
dari kampus itulah yang lebih kejam. Maka, sikap untuk terus haus terhadap ilmu
perlu kita tanamkan dalam diri kita demi memberantas segala bentuk kekejaman dan
ketidakadilan yang ada. Tak cukup bila hanya mengharap-harap ilmu yang dosen
berikan, lebih dari itu karena mulianya sebuah ilmu kita bahkan diwajibkan
untuk mencarinya dan menuntutnya. Ilmu bukanlah sesuatu yang ditunggu dan
dinanti, namun ilmu ialah sesuatu yang harus dikejar dan dicari kemanapun dan
dimanapun. Jika kita membatasi pencarian hanya di ruangan kuliah, artinya hanya
sebatas itulah ilmu yang akan kita dapati, dan ini tidak akan pernah cukup
untuk bekal kita dalam mengarungi kehidupan yang sebenarnya yakni kehidupan
bermasyarakat. Masyarakat yang akan kita hadapi tidak butuh teori kampus,
mereka hanya butuh kepedulian nyata kita dalam menghadapi segala problematika
didalamnya.
Sudah
selayaknya, kampus menjadi tempat pendaratan paling tepat untuk mengudara
sekaligus mendarat pada waktunya nanti. Maka, tengoklah kembali niat awal kita
ketika kita memasuki dunia kampus, sudah benarkah niat kita ? Bila memang telah
bergeser atau goyah, maukah kita untuk memperbaikinya ?

Komentar
Posting Komentar